
Kitab Teluh Sang Janda (2026)
Sinopsis
Di Kerajaan Kadiri era pemerintahan Prabu Airlangga, hidup seorang janda sakti bernama Calon Arang di Desa Girah. Ketakutan penduduk terhadap kesaktian pangiwa (ilmu kiri) miliknya justru menjelma belenggu kejam bagi putri semata wayangnya, Ratna Manggali. Meski berparas jelita dan berhati lembut, Manggali dikucilkan dan tak seorang pun pemuda berani melamarnya karena takut pada sang ibu. Luka batin sang janda meledak menjadi angkara murka tak terbendung ketika ia mendapati putrinya dihina dan dijadikan bahan gunjingan keji oleh para tetua desa. Mengambil kitab lontar warisan mistisnya, Calon Arang menari di Setra Gandamayu, memohon restu Batari Durga, dan menebarkan wabah maut grubug yang meluluhlantakkan Kadiri: siapa yang menggunjing di pagi hari akan mati di sore hari. Upaya militer Prabu Airlangga menumpas Calon Arang berujung pembantaian prajurit istana. Jalan keluar buntu hingga sang Maharesi Mpu Baradah merancang siasat asmara terlarang: mengutus murid terkasihnya, Mpu Bahula, untuk datang ke Girah dan melamar Ratna Manggali. Pernikahan ini bukan sekadar pengalihan, melainkan jebakan spionase untuk mencuri rahasia kitab teluh sang ibu mertua. Namun di tengah jalinan tipu daya istana, cinta sejati tanpa pamrih tumbuh di antara Bahula dan Manggali. Manggali mendapati dirinya terkoyak antara kesetiaan kepada ibu yang rela menghancurkan dunia demi dirinya, atau cinta suaminya demi menyelamatkan rakyat yang sekarat. Konflik struktural bertumpu pada kebohongan di balik pelaminan suci dan ketimpangan kuasa antara dendam seorang ibu melawan kepalsuan moral masyarakat. Pertanyaan dramatis tunggal musim ini: Mampukah cinta yang lahir dari siasat pengkhianatan melumpuhkan teluh maut tanpa mengorbankan jiwa dan martabat sang janda? Mesin kepuasan penonton dibangun dari pembalasan setimpal atas kesombongan warga dan birokrasi istana yang munafik, disusul ketegangan spionase domestik di kamar pengantin, hingga puncaknya: penebusan dan pemurnian jiwa Calon Arang bukan dengan pedang pembantaian, melainkan lewat pembebasan spiritual yang mengharukan.
Episode
Pinangan yang Terinjak
3 tayangan
Bisa Racun Lidah Girah
Sumpah Air Mata Beras
EP 4Belum dipublikasikanEpisode 4
Belum dipublikasikan
EP 5Belum dipublikasikanEpisode 5
Belum dipublikasikan
EP 6Belum dipublikasikanEpisode 6
Belum dipublikasikan
EP 7Belum dipublikasikanEpisode 7
Belum dipublikasikan
EP 8Belum dipublikasikanEpisode 8
Belum dipublikasikan
EP 9Belum dipublikasikanEpisode 9
Belum dipublikasikan
EP 10Belum dipublikasikanEpisode 10
Belum dipublikasikan
EP 11Belum dipublikasikanEpisode 11
Belum dipublikasikan
EP 12Belum dipublikasikanEpisode 12
Belum dipublikasikan
EP 13Belum dipublikasikanEpisode 13
Belum dipublikasikan
EP 14Belum dipublikasikanEpisode 14
Belum dipublikasikan
EP 15Belum dipublikasikanEpisode 15
Belum dipublikasikan
EP 16Belum dipublikasikanEpisode 16
Belum dipublikasikan
EP 17Belum dipublikasikanEpisode 17
Belum dipublikasikan
EP 18Belum dipublikasikanEpisode 18
Belum dipublikasikan
EP 19Belum dipublikasikanEpisode 19
Belum dipublikasikan
EP 20Belum dipublikasikanEpisode 20
Belum dipublikasikan
EP 21Belum dipublikasikanEpisode 21
Belum dipublikasikan
EP 22Belum dipublikasikanEpisode 22
Belum dipublikasikan
EP 23Belum dipublikasikanEpisode 23
Belum dipublikasikan
EP 24Belum dipublikasikanEpisode 24
Belum dipublikasikan
EP 25Belum dipublikasikanEpisode 25
Belum dipublikasikan
EP 26Belum dipublikasikanEpisode 26
Belum dipublikasikan
EP 27Belum dipublikasikanEpisode 27
Belum dipublikasikan
EP 28Belum dipublikasikanEpisode 28
Belum dipublikasikan
EP 29Belum dipublikasikanEpisode 29
Belum dipublikasikan
EP 30Belum dipublikasikanEpisode 30
Belum dipublikasikan










