Microdrama AI IconMicrodrama AI Logo
Buat Drama
Kursus

Membuat Short Drama dengan AI

Dari ide sampai episode siap tayang, tanpa kru dan tanpa kamera

Pengajar Academy menyusun adegan short drama dengan AI di laptop
#Produksi#AI#Alur Kerja

Ringkasan

Bagian tersulit membuat short drama dengan AI bukan alatnya. Alat berubah tiap beberapa bulan dan semuanya bisa dipelajari dalam sehari. Yang sulit adalah urutan kerjanya: apa yang harus dikunci lebih dulu supaya keputusan berikutnya tidak membatalkan pekerjaan yang sudah jadi.

Kursus ini menyusun urutan itu menjadi enam tahap yang mengalir satu arah. Di tiap tahap kamu akan tahu apa keluarannya, apa yang harus dikunci sebelum lanjut, dan kesalahan mana yang paling sering memaksa orang mengulang dari nol.

Ada satu bagian yang biasanya tidak diajarkan di tempat lain: cara menulis sambil memikirkan biaya. Naskah yang paling disukai produser bukan yang paling puitis, melainkan yang paling murah dibuat, cepat dibaca, dan sedikit revisi.

Durasi
sekitar 100 menit
Format
Belajar mandiri
Tingkat
Menengah
Sertifikat
Sertifikat penyelesaian
Bahasa
Bahasa Indonesia

Tujuan Belajar

Setelah kursus ini, kamu bisa:

  • Menjalankan enam tahap produksi dalam urutan yang tidak membuang pekerjaan
  • Menulis naskah dengan format standar yang bisa langsung dibaca orang lain
  • Memecah satu episode menjadi daftar shot yang siap dibangkitkan
  • Menilai biaya sebuah adegan sebelum menulisnya
  • Menjalankan daftar periksa sebelum rilis tanpa melewatkan satu pun

Disusun oleh Microdrama AI

Disusun tim Microdrama AI dari alur produksi yang dipakai memproduksi episode di platform ini.

Untuk siapa kursus ini

Untuk kamu yang ingin memproduksi seri sendiri tanpa kru. Tidak perlu latar belakang teknis atau pengalaman menyunting video, tapi kamu perlu satu cerita yang sudah punya bentuk.

Yang kamu perlukan

  • Satu outline atau beat sheet, boleh hasil latihan kursus sebelumnya
  • Akun Microdrama AI atau alat setara untuk naskah, visual, dan suara

Yang kamu bawa pulang

  • Satu naskah episode dalam format standar yang siap diserahkan
  • Satu daftar shot lengkap untuk episode itu
  • Catatan waktu tiap tahap, sebagai dasar menjadwalkan seri penuh
  • Sertifikat penyelesaian, bila kamu mendaftar

Materi kursus

Seluruh materi di bawah ini terbuka untuk siapa saja. Mendaftar hanya menyimpan progresmu.

1Enam tahap dan kenapa urutannya penting

Produksi dengan AI mudah terasa seperti bisa dikerjakan dalam urutan apa saja. Godaan terbesarnya adalah membuat visual lebih dulu, karena hasilnya cepat terlihat dan menyenangkan. Itu juga penyebab paling umum orang mengulang dari nol.

  1. Tahap 1: ide dikunci jadi outline
  2. Tahap 2: outline dipecah jadi naskah per episode
  3. Tahap 3: naskah dipecah jadi daftar shot
  4. Tahap 4: karakter dan visual dibangkitkan
  5. Tahap 5: suara dan dialog direkam
  6. Tahap 6: dirakit, diperiksa, dirilis

Alasannya sederhana: visual bergantung pada karakter, karakter bergantung pada naskah, dan naskah bergantung pada outline. Mengubah satu hal di hulu membatalkan semua yang sudah dibuat di hilir.

Kalau kamu melompatYang harus diulang
Membuat visual sebelum karakter dikunciSemua gambar, karena wajahnya berubah
Membuat naskah sebelum outline selesaiEpisode yang tidak nyambung dengan episode sebelumnya
Merekam suara sebelum naskah finalSemua rekaman yang kalimatnya berubah
Merakit sebelum daftar shot adaPerakitan ulang, karena durasinya tidak pas

2Tahap 1: dari ide ke outline

Keluaran tahap ini adalah beat sheet dengan satu peristiwa per baris, persis seperti di kursus Struktur Cerita. Kalau kamu sudah mengerjakan latihan itu, tahap ini sudah selesai.

AI berguna di sini bukan untuk menghasilkan ide, melainkan untuk menguji ide yang sudah ada. Minta model menyebutkan lima seri yang premisnya mirip dengan milikmu, lalu tanyakan apa yang membedakan milikmu. Kalau jawabannya tipis, premisnya memang perlu dipertajam sebelum diproduksi.

Yang harus dikunciKenapa
Jumlah episodeMenentukan seberapa besar konflik yang dibutuhkan
Konflik utamaDisebut ulang di tiap permintaan ke AI, sepanjang produksi
Tokoh utama dan apa yang dia inginkanDasar semua keputusan dialog dan visual
Lawan dan apa yang membuatnya berbahayaTanpa ini, babak dua akan kehabisan bahan

3Tahap 2: naskah dan format standarnya

Naskah short drama pendek, biasanya 150 sampai 250 kata untuk satu episode 90 detik. Karena pendek, godaan melompati tahap ini besar. Jangan. Naskah adalah tempat termurah untuk menemukan bahwa sebuah adegan tidak bekerja.

Format bukan aturan sekolah. Format adalah alat komunikasi: naskahmu akan dibaca penyunting, sutradara, dan orang yang membangkitkan visual. Kalau formatnya membingungkan, semua orang kehilangan waktu.

INT. RUANG RAPAT - SIANG

Semua direktur duduk. MAYA masuk membawa map.

DIAN

Kamu masih berani datang?

MAYA

Aku datang mengambil hakku.

Dian tertawa. Maya meletakkan map di meja.

MAYA(pelan)

Ini akta kepemilikan perusahaan.

Ruangan langsung sunyi.

INT untuk dalam ruangan, EXT untuk luar. Kalimat aksi pendek dan bisa difilmkan. Petunjuk dalam kurung dipakai hanya kalau benar-benar perlu, bukan di tiap dialog.
Tidak bisa difilmkanBisa difilmkan
Maya berjalan masuk dengan berbagai perasaan bercampur adukMaya masuk, berhenti sebentar di pintu, lalu terus berjalan
Dian merasa terancamDian menutup map di depannya
Suasana menjadi tegangTidak ada yang mengambil gelas air

Pisahkan dialog dan aksi dengan jelas, karena keduanya diproses berbeda di tahap berikutnya: dialog jadi suara, aksi jadi shot. Naskah yang mencampur keduanya dalam satu paragraf memperlambat semua tahap sesudahnya.

4Tahap 3: daftar shot

Daftar shot memecah tiap episode menjadi potongan gambar yang akan dibuat. Satu episode 90 detik biasanya berisi 12 sampai 20 shot, masing-masing 3 sampai 8 detik.

NoSiapa terlihatJarakYang terjadiDetik
1MayaDada ke atasBerhenti di pintu, menarik napas4
2DianDada ke atasMenoleh, tersenyum sinis3
3MayaDada ke atas"Aku datang mengambil hakku."3
4Tangan MayaDekatMeletakkan map di meja3
5DianDada ke atasWajah berubah4
Potongan daftar shot untuk lima shot pertama. Jarak paling sering dipakai di format tegak adalah dada ke atas.

Latar hampir tidak pernah membantu cerita di layar telepon, jadi jarak lebar sebaiknya dipakai hemat. Wajah harus terbaca, dan wajah yang cuma memakan seperlima layar tidak terbaca.

5Tahap 4: karakter dan visual

Bangkitkan karakter lebih dulu, baru adegan. Karakter yang dikunci di awal, lengkap dengan wajah, gaya rambut, dan pakaian untuk tiap babak, akan dipakai ratusan kali. Membuat adegan sebelum karakter dikunci berarti tiap adegan berisiko dibuang.

Model gambar tidak mengingat apa pun antar permintaan. Tiap gambar dibuat dari nol, jadi kemiripan harus dipaksakan lewat rujukan, bukan diharapkan muncul sendiri.

Perusak kemiripanPenggantinya
Sudut jauh dari rujukanPilih sudut yang dekat dengan rujukan, ganti shot bila perlu
Pencahayaan yang sangat berbedaKunci satu suasana cahaya per lokasi
Jarak lebar, wajah kecil di bingkaiNaikkan ke dada ke atas

6Tahap 5: suara dan dialog

Suara menentukan apakah episode terasa hidup jauh lebih besar daripada yang biasa diperkirakan orang. Gambar biasa dengan suara yang tepat terasa jauh lebih baik daripada sebaliknya.

Kunci satu suara per karakter di awal seri dan catat pengaturannya. Ujilah dengan tiga kalimat berbeda muatan: satu kalimat biasa, satu kalimat marah, satu kalimat lirih. Banyak suara terdengar bagus di kalimat biasa lalu rusak saat harus marah, padahal marah sangat sering terjadi di format ini.

UjiYang dicari
Tiga kalimat berbeda muatanSuara tetap utuh saat naik dan saat turun
Dua tokoh dalam satu percakapanMasih bisa dibedakan siapa yang bicara sambil memejamkan mata
Panjang kalimat dibanding durasi shotTidak ada kalimat yang lebih panjang daripada shot-nya

Pemeriksaan terakhir itu sering dilewatkan dan paling mahal akibatnya. Kalimat yang lebih panjang daripada shot-nya memaksa kamu memilih antara memotong kalimat atau memperlambat cerita, dan keduanya buruk. Memeriksanya di tahap naskah jauh lebih murah daripada di tahap perakitan.

7Menulis sambil menghitung biaya

Tiap ide punya harga. Penulis yang sadar harga bisa mendapatkan emosi yang sama dengan biaya sepersepuluh, dan itu keterampilan yang jauh lebih berguna daripada kemampuan menulis adegan besar.

MahalMurah dengan emosi setara
Pesawat jatuhAyah gagal datang ke pernikahan anaknya
Kejar-kejaran lima mobilSatu pesan masuk berisi alamat rumah
Lima puluh figuran di aulaTiga orang di lift yang berhenti bicara
Ledakan gudangKunci gudang dilempar ke selokan

Naikkan emosi sebelum menaikkan anggaran.

Tiga penghematan yang paling besar

  1. 1Batasi lokasi. Satu seri idealnya memakai lima sampai tujuh lokasi yang dipakai berulang. Lokasi baru hanya kalau cerita benar-benar tidak bisa jalan tanpanya.
  2. 2Gabungkan karakter. Kalau sekretaris, asisten, dan staf HR semuanya cuma bertugas memberi informasi, jadikan satu orang. Tiap karakter tambahan menambah biaya konsistensi di setiap episode sesudahnya.
  3. 3Pakai ulang properti. Surat, cincin, map, foto, ponsel. Properti yang muncul berulang justru membangun makna, bukan mengurangi.

8Tahap 6: rakit, periksa, rilis

Perakitan menggabungkan shot, suara, musik, dan teks menjadi episode utuh. Sebelum merilis, jalankan daftar periksa yang selalu sama, supaya tidak ada yang terlewat hanya karena kamu sudah terlalu akrab dengan materinya.

  • Tiga detik pertama sudah memuat peristiwa, bukan suasana
  • Wajah tokoh terbaca saat layar dikecilkan seukuran telepon
  • Teks di layar tidak tertutup antarmuka aplikasi di bagian bawah
  • Gantungan di akhir membuka pertanyaan yang jelas
  • Suara dialog tidak tenggelam oleh musik
  • Tidak ada shot yang panjangnya tidak cocok dengan kalimatnya

Salah vs Benar

Salah

Membangkitkan dua puluh gambar adegan yang bagus, baru kemudian menetapkan wajah tokoh utama.

Benar

Mengunci satu gambar rujukan wajah tiap tokoh, baru membangkitkan adegan.

Kenapa. Model gambar tidak mengingat apa pun antar permintaan. Menetapkan wajah belakangan berarti dua puluh gambar tadi tidak akan cocok dengan satu pun episode berikutnya.

Salah

Kalimat aksi: "Maya masuk dengan perasaan yang sulit dijelaskan."

Benar

Kalimat aksi: "Maya masuk, berhenti sebentar di pintu, lalu terus berjalan."

Kenapa. Perasaan tidak bisa dibangkitkan maupun difilmkan. Yang bisa dikerjakan adalah tindakan, dan tindakan itulah yang menyampaikan perasaannya.

Salah

Naskah berisi dialog dua puluh lima kata untuk shot berdurasi tiga detik.

Benar

Dialog dipangkas jadi delapan kata, atau shot-nya diperpanjang jadi enam detik di daftar shot.

Kenapa. Ketidakcocokan ini selalu terbongkar di tahap perakitan, saat memperbaikinya paling mahal. Di tahap naskah, biayanya nol.

Salah

Adegan pengejaran di jalan raya untuk menunjukkan tokoh sedang terdesak.

Benar

Satu pesan masuk berisi alamat rumah ibunya, tanpa teks lain.

Kenapa. Emosinya setara atau lebih kuat, biayanya hampir nol, dan di layar tegak pesan di ponsel jauh lebih terbaca daripada mobil yang bergerak cepat.

Salah

Seri memakai dua puluh lokasi berbeda sepanjang delapan puluh episode.

Benar

Seri memakai enam lokasi yang dipakai berulang, dengan satu lokasi baru sebagai penanda babak tiga.

Kenapa. Lokasi berulang membangun rasa tempat dan menekan biaya konsistensi. Lokasi baru jadi punya arti justru karena jarang.

Latihan

1Satu episode melewati enam tahap

  • Produksi satu episode dari awal sampai selesai memakai keenam tahap secara berurutan, tanpa melompat.
  • Pilih episode pertama serimu, karena episode itu paling menentukan.
  • Catat waktu yang kamu habiskan di tiap tahap.

Keluaran. Satu episode jadi, plus tabel waktu enam tahap.

2Daftar shot lengkap

  • Pecah episode itu menjadi 12 sampai 20 shot dengan kolom: nomor, siapa terlihat, jarak, yang terjadi, durasi.
  • Jumlahkan kolom durasi. Kalau totalnya lebih dari 90 detik, potong shot yang paling sedikit membawa cerita.
  • Tandai shot pertama dan terakhir, lalu tulis satu kalimat kenapa keduanya layak mendapat perhatian ekstra.

Keluaran. Tabel daftar shot dengan total durasi yang sudah pas.

3Pangkas biaya tanpa memangkas cerita

  • Ambil outline sepuluh episode.
  • Kurangi jumlah lokasi, jumlah karakter, dan jumlah properti.
  • Pastikan konfliknya tetap sama atau lebih kuat. Untuk tiap penghapusan, tulis penggantinya.

Keluaran. Tabel sebelum dan sesudah untuk lokasi, karakter, dan properti.

Cara Menilai

Kamu siap lanjut kalau semuanya sudah terpenuhi:

  • Kamu menjalankan enam tahap tanpa pernah mundur karena keputusan hulu yang belum dikunci
  • Naskahmu bisa dibaca orang lain tanpa mereka bertanya siapa yang sedang bicara atau di mana adegannya
  • Tiap kalimat aksi di naskahmu menyebut sesuatu yang bisa dilihat
  • Total durasi daftar shot-mu cocok dengan durasi episode, bukan meleset lalu diperbaiki saat merakit
  • Kamu bisa menunjuk satu adegan mahal di naskahmu dan menyebut penggantinya yang lebih murah dengan emosi setara

Ringkasan

  1. 1Enam tahap mengalir satu arah karena visual bergantung pada karakter, karakter pada naskah, naskah pada outline.
  2. 2Format naskah bukan aturan sekolah melainkan alat komunikasi ke semua orang yang akan mengerjakannya.
  3. 3Kalimat aksi harus menyebut sesuatu yang bisa dilihat, bukan perasaan yang harus ditebak.
  4. 4Daftar shot adalah tempat memastikan durasi dan kalimat cocok, jauh sebelum perakitan.
  5. 5Naikkan emosi sebelum menaikkan anggaran; hampir tiap adegan mahal punya pengganti murah dengan efek setara.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah saya perlu bisa menyunting video?

Untuk alur kerja di kursus ini, tidak. Perakitan bisa dikerjakan dengan alat yang menggabungkan shot, suara, dan teks tanpa penyuntingan tingkat lanjut. Kemampuan menyunting tetap membantu, tapi bukan syarat.

Kenapa visual dibuat belakangan, bukan di awal?

Karena visual bergantung pada karakter dan naskah. Membuat visual sebelum keduanya dikunci berarti tiap perubahan cerita membatalkan gambar yang sudah jadi.

Berapa lama waktu produksi satu episode?

Sangat bergantung pada pengalaman dan alat. Yang lebih berguna daripada angka rata-rata adalah mencatat waktumu sendiri di latihan pertama, lalu memakainya untuk menjadwalkan seri penuh.

Kursus lain

Bacaan terkait

Diperbarui 2026-08-17