Membangkitkan dua puluh gambar adegan yang bagus, baru kemudian menetapkan wajah tokoh utama.
Mengunci satu gambar rujukan wajah tiap tokoh, baru membangkitkan adegan.
Model gambar tidak mengingat apa pun antar permintaan. Menetapkan wajah belakangan berarti dua puluh gambar tadi tidak akan cocok dengan satu pun episode berikutnya.
